Jamhur’s Corner

Jamhur Ilmi’s web-log


Tinggalkan komentar

Lemari Baju Berjamur

Musim penghujan tiba atau ruang kamar Anda dalam keadaan lembab atau basah akan mengakibatkan furniture seperti lemari baju, nakas, dan sebagainya muncul jamur. Jamur tesebut sangat mengganggu karena menyebar dengan cepat pada permukaan dalam dan luar lemari. Bahkan mulai berbau sumpek.

Solusinya adalah dengan memberi lapisan anti jamur pada lemari Anda tersebut. Misalnya seperti cat pernis atau Water-based woodstain. Sebut saja satu merek cat yang dapat digunakan adalah Mowile* Anti Jamur, yang Clear Finish. Artinya tidak akan mengubah warna furniture Anda tetapi membasmi jamur pada lemari Anda.

Semoga membantu..

Bangkinang, 17 Maret 2016

 


Tinggalkan komentar

Waspadai Gaya Merokok kini, dari Manual ke Elektrik

Para orang tua kini diminta untuk mewaspadai gaya merokok bagi anak-nya. Terutama di bawah usia 18 tahun.

Di situs online banyak dijual dengan bebas beragam produk yang perlu diketahui produk yang dijual. Ternyata, tiba-tiba datang “Paket” yang kita tidak tahu apa isinya, namun ternyata untuk salah seorang anggota keluarga kita (baca: untuk anak). Isinya ternyata Refill rokok elektrik.

Gaya merokok yang terlihat modern ini perlu juga diwaspadai karena merokok manual saat ini sudah banyak hambatannya. Sehingga orang tua perlu tahu, bagaimana bentuk rokok elektrik tersebut, refillnya juga. Sehingga pengetahuan bertambah dan dapat diminimalisir efek negatifnya, yaitu kecanduan yang berlebihan.

Bagaimana dengan Anda?

Bangkinang, 30 Desember 2015.


Tinggalkan komentar >

Meskipun belum ada publikasi ilmiah yang menyatakan bahwa ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi madu secara rutin selama menjalani masa kehamilannya, namun perlu diwaspadai bahaya-nya.

Ini baru berdasarkan pengalaman pribadi dan temuan penulis dengan beberapa orang dengan kasus serupa.

Bahwa ibu hamil yang rutin mengonsumsi madu selama masa kehamilannya, pada saat setelah melahirkan mengalami kasus “Blooding atau Pen-darahan” akibat darah yang tidak kunjung mengering. Sehingga dapat menyebabkan bahaya bagi sang ibu.

Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi saja SariKurma sebagai pengganti madu sehingga meminimalisir kondisi yang tidak diinginkan.

Bangkinang, 30 Desember 2015


1 Komentar

Tips Aman dan Nyaman Mudik Dengan Pesawat Terbang Bersama Keluarga

Tak berapa lama lagi kita akan memperingati hari libur sekolah dan juga Hari Raya Idul Fitri. Yap, just share pengalaman pribadi tentang bagaimana mudik yang aman dan nyaman menggunakan pesawat terbang. Semoga bermanfaat…

  1. Tiket

Hal pertama yang kita cari untuk mudik atau ber-pergian menggunakan pesawat terbang adalah tiket. Nah, persoalannya kapan kita mesti memesan tiket??? Beberapa maskapai terkadang menerapkan harga tiket yang murah untuk jadual penerbangan yang akan datang, misalnya 3 bulan yang akan datang.. Nah, kesempatan bagi Anda memesan yang seperti ini terutama yang promo.. he.. he.. Tapi ingat, kelemahan nya, ada maskapai yang mengubah kebijakannya terutama dalam hal Free Bagage (bagasi). Misalnya, pada saat kita memesan bagasi free nya 20 kg per seat, namun pas keberangkatan kita cuma dapat 15 kg per seat.. Wah-wah-wah.. bisa jauh berkurang, apalagi kita mengajak serta anak-anak yang tentunya juga membawa mainannya. Solusinya, nego dengan petugas check in karena memesan tiket pada saat free 20 kg (pengalaman pribadi, he.. he..). Kalau tidak ? siap-siap bayar kelebihan bagasi atau tidak jadi di bawa serta.

 

Masih soal tiket, pastikan semua nama yang akan berangkat tertulis di dalam tiket. Termasuk nama bayi anda, nama anak-anak (di atas 2 tahun). Jika tidak, maka akan bermasalah ketika check in, dan terkadang ini kelalaian petugas pada saat pemesanan tiket. Kecermatan Anda diperlukan jika tidak ingin bermasalah. Siapkan juga uang cadangan, jika air port tax bandara tidak dimasukkan di dalam harga tiket..

 

  1. Check in

Usahakan check in 2 jam sebelum keberangkatan, jika Anda membawa serta bayi, anak-anak, atau bagasi yang lumayan banyak. Tujuannya adalah untuk kenyamanan Anda dan tidak tergesa-gesa yang akan membuat Anda sedikit berkeringat.. he.. he.. Atau bagasi tidak tertinggal. Hitung dengan cermat berapa jumlah bagasi/tas yang akan di timbang, dan yang akan dijinjing ke dalam kabin pesawat, misalnya tas laptop atau tas cemilan makanan bayi dan minumannya.

 

Jika datang 30 menit sebelum keberangkatan, biasanya penumpang yang lain cukup ramai yang datang, sehingga akan membuat Anda tidak terlalu nyaman jika mengurusi bagasi yang lumayan banyak.. he.. he.. apalagi antrian nya akan cukup panjang.

 

  1. Ruang Tunggu

Nah, ada kalanya jadual keberangkatan kita terjadi Delay (tertunda), biasanya akibat gangguan operasional (misalnya pesawat yang mesti di maintenance, isi bahan bakar, dan sebagainya) atau gangguan cuaca (misalnya hujan petir, kabut asap, dan sebagainya). Sehingga kita akan lebih lama berada di ruang tunggu. Oleh sebab itu, siapkan perbekalan yang cukup misalnya cemilan, makanan ringan dan minuman. Dan juga baju ganti jika diperlukan, manakala bayi Anda bajunya basah atau kotor.. Juga siapkan baju ganti untuk Anda, jika terkena makanan bayi atau muntahan bayi.. he.. he.. Usahakan kondisi Anda dan keluarga se-nyaman mungkin ketika berada di ruang tunggu.

 

Jika masih ada barang bawaan penting yang tertinggal, misalnya di rumah.. Pastikan Anda punya waktu cukup untuk menunggunya jika ada orang yang bisa mengantar nya ke bandara.. Akan tetapi, jika jarak rumah Anda jauh, yap.. urus nanti saja atau dikirim dengan jasa paket atau pos saja.. he.. he..

 

  1. Kabin pesawat

Berada di dalam kabin pesawat jika bersama bayi dan anak-anak terkadang sulit diprediksi. Kenapa? Karena kita tidak tahu bagaimana kondisi mood nya.. kadangkala pas take off ceria saja.. eeh, 5 menit kemudian teriak-teriak, menangis… karena berbagai hal, misalnya; gerah karena panas, mau mimik, atau makan-minum dan sebagainya. Solusinya, pastikan Anda tidak berada dalam kondisi panik. Jika anaknya bisa di ajak berkomunikasi, tentu tidak akan masalah.. namun jika belum bisa, yap beberapa solusi bisa di coba.. di gendong berdiri, perhatikan awan melalui jendela kabin, atau keluarkan mainannya, atau mainkan AC di atas tempat duduk, dan sebagainya. Jika tidak berhasil, ya biarkan saja begitu, nanti akan diam sendiri.. jangan di cubit.. he.. he.. saking geramnya! Malah anaknya akan tambah nangis.. he.. he.. Persoalan penumpang yang lain melotot perhatikan kita dan bayi, di acuhkan saja.. jangan terlalu di soalkan… yah, namanya juga kondisi kritis.. he.. he.. Untung-untung dapat teman kursi duduk yang kooperatif, sehingga mengerti dengan kondisi saat itu. Pegangan tangan kursi pesawat juga dapat di tegakkan, sehingga kita punya space (ruang) yang lebih lapang di tempat duduk. Caranya? Tekan tombol bulat di dekat gagang kursi pesawat dan angkat ke atas… simpel kan??

 

Terus menggunakan safety belt.. Jika anak atau bayi Anda belum mau memasangnya saat itu, jangan dipaksa.. tunggu saat dia mau menggunakannya, ya itu tergantung cara Anda membujuknya. Kalau maunya pramugari ya di pasang saat itu juga… Kalau Anda paksa saat itu juga, bisa saja anaknya berubah mood dan teriak-teriak.. solusinya, pegang aja safety belt dan pelampung bayi nya terlebih dahulu.. ok?

 

Jika saat take off dan landing, diusahakan anak atau bayinya mengunyah cemilan atau makanan ringan (misalnya cracker, corn flakes, dan sebagainya) atau minum susu, air putih atau lainnya. Gunanya biar telinganya tidak terlalu berdengung pada saat take off dan landing. Satu lagi, jika bayi dan anaknya tidak mau, tidak usah dipaksakan… biarkan saja. Ada juga topi bayi yang menggunakan penutup telinga, atau pake sumbat kapas.. boleh juga di gunakan jika memungkinkan..

 

 

  1. Terminal kedatangan

Nah, akhirnya anda akan sampai di tujuan. Sebaiknya jika bersama anak dan bayi, usahakan penerbangan yang cukup singkat. Misalnya, 30- 60 menit saja. Jangan di atas 120 menit. Karena kita tidak tahu risiko selama berada di kabin pesawat. Tim rescue pun tidak ada, jika anak anda sedang demam, pastikan anda membawa termometer dan pantau temperatur badannya. Jika terlalu berisiko, tunda saja keberangkatannya. Anda tidak mau kehilangan anak atau bayi anda bukan?? Keselamatan lebih utama dari pada harga tiket..

Sekian, semoga bermanfaat…
^_^


Tinggalkan komentar

Mau buat Paspor?? tidak susah…

Mungkin dahulu, pembuatan paspor termasuk hal yang rumit.. Sekarang tidak lagi..

Kurang lebih 1 minggu yang lalu saya membuat 3 paspor, yaitu paspor untuk 2 anak dan 1 paspor isteri, yang sudah expired masa berlakunya,

Nah, syarat nya cukup mudah.. Foto kopi akte nikah, akte lahir, kartu keluarga, dan ktp suami-isteri yang dicopy memanjang untuk masing-masing bahan, dan tambahin materai 6 ribu, 6 buah.. Surat yang asli juga dibawa untuk ditunjukkan pada petugas imigrasi nantinya.

Prosedurnya?
1. Semua syarat di cek di petugas pelayanan imigrasi. Kalau di kantor imigrasi kelas I Pekanbaru, di pojok luar sebelah kiri ruangan kantor.
2. Petugas tidak mau menyerahkan Formulir Isian jika orang yang ingin dibuatin paspornya tidak hadir alias diwakilkan.
3. Setelah di cek, akan diberikan beberapa lembaran ISIAN. Cukup banyak yang perlu diisi, antara lain tentang identitas diri. Jadi perlu bawa pena dari rumah, biar nggak ngantri nulis-nya..
4. Isikan materai dan cek lagi ke petugas pelayanan, setelah lengkap, ambil nomor antrian di dalam gedung. Ada petugas yang stand bye di meja antrian..
5. Tunggu panggilan, dan masukkan bahan.. kira-kira 15 menit. Setelah cek bahan, kembali ambil nomor antrian untuk pembayaran. Biaya Paspor 48 halaman Rp. 255ribu,
6. Setelah bayar, tunggu panggilan untuk foto.
7. Selesai foto.. petugas memberikan kuitansi dan ambil paspor 7 hari kemudian… Nah selesai…

#pengalaman pribadi..


Tinggalkan komentar

Dijual Tanah ukuran 100 m X 150 m (tanpa perantara)

Dijual tanah ukuran 100 m X 150 m di daerah Simpang Panam, Pekan baru, Propinsi Riau. Lokasi kira-kira 3 km dari jalan lintas Kubang Raya. Cocok untuk lokasi perumahan (perumnas). Harga Rp. 200.000/m (nego). Saat ini terdapat kebun karet produksi 15 kg per minggu. Kontur lahan datar.

Berminat? Hubungi jamhur 08126764982 atau email: jamhur.ilmi@gmail.com atau jamhur.ilmi@ymail.com..


Tinggalkan komentar

Istilah Susis? Suami takut isteri..? Suatu fenomena di masyarakat.. Adakah penjelasannya dalam Islam..?

Dalam pergaulan sehari-hari, terkadang teman, ada yang nyeleneh… Eh lo Susis..?? Apa itu Susis.?? Sambil tertawa terkikik-kikik.. Suami takut isteri.. Situasi seperti ini mungkin terkadang ada di sekitar kita..

 

Nah, bagaimana ini bisa terjadi? Dari mana asalnya? Bagaimana penjelasannya dalam Islam? 

 

Apakah seorang suami mau dipanggil dengan sebutan Susis..?? Jawabannya bisa Ya, atau Tidak..   

 

Berikut catatan atas topik tersebut.. Mendengar kata Susis pikiran kita pasti langsung tertuju kepada sebuah lirik lagu yang dinyanyikan oleh “komedian” Sule yang sebagian liriknya sebagai berikut.

 

 

Tak punya taring, tak punya cakar loh ko takut?

Cantik dan anggun, lemah gemulai loh ko takut?

Kalo nyerocos, kalo ngedumel aku takut

Kalo cemberut, diam membisu juga takut

 

Pilih mengalah, takut kena salah

Apalagi salah, jadi salah tingkah

Picingkan mata, cari aman saja

Kalo membangkang, urusan bakal panjang

 

Susis wo wo wo susis

Suami sieun istri

Susis wo wo wo susis

Suami takut istri

 

Dengan membaca lirik lagu di atas, sepertinya  gambaran untuk istilah Susis ini sudah tampak jelas. Tetapi, pertanyaannya untuk para suami, apakah para suami setuju dengan adanya istilah ini?

Menjadi suami dan isteri merupakan status yang disandang oleh 2 insan (baca: manusia) yang berbeda, yaitu laki-laki dan perempuan, secara bersama-sama bernaung dalam ikatan yang di Halal-kan oleh Syariat melalui suatu Pernikahan. Maka jelas-lah hukumnya apakah Hak dan Kewajiban seorang suami, Hak dan Kewajiban seorang isteri. Namun, kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari bagaimana? Pertanyaan-nya Apakah ke-dua suami isteri tersebut mau mengikuti syariat yang telah di gariskan dalam Islam? Ataukah ke-2 nya hanya paham akan tuntutan masing-masing pihak tanpa adanya kewajiban akan selalu memberi nasehat kepada kebaikan, saling menyayangi, , Dimanakah Sakinah, Mawaddah , Wa Rahmah-nya? Apakah hanya menjadi do’a pada saat dilangsungkannya pernikahan saja.. Jawabannya tidak.. Nilai ini harus tertanam dalam kehidupan kita sehari-hari.

 

Sebagaimana diketahui, kata sakinah, mawadah dan rahmah itu diambil dari firman ALLAH SWT

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri (pasangan) dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram (sakinah) kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih (mawadah) dan sayang (rahmah). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Ar-Rum : 21).

 

Makna Sakinah

 

Kata sakinah berasal dari bahasa Arab. Dalam bahasa Arab, kata sakinah mengandung makna tenang, tenteram, damai, terhormat, aman, nyaman, merasa dilindungi, penuh kasih sayang, dan memperoleh pembelaan. Dengan demikian keluarga sakinah berarti keluarga yang semua anggotanya merasakan ketenangan, kedamaian, keamanan, ketenteraman, perlindungan, kebahagiaan, keberkahan, dan penghargaan.

 

Kata sakinah juga sudah diserap menjadi bahasa Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sakinah bermakna kedamaian; ketenteraman; ketenangan; kebahagiaan. 

 

Makna Mawaddah

 

Kata mawaddah juga berasal dari bahasa Arab. Mawaddah adalah jenis cinta membara, perasaan cinta dan kasih sayang yang menggebu kepada pasangan jenisnya. Mawaddah adalah perasaan cinta yang muncul dengan dorongan nafsu kepada pasangan jenisnya, atau muncul karena adanya sebab-sebab yang bercorak fisik. Seperti cinta yang muncul karena kecantikan, ketampanan, kemolekan dan kemulusan fisik, tubuh yang seksi; atau muncul karena harta benda, kedudukan, pangkat, dan lain sebagainya.

 

Biasanya mawaddah muncul pada pasangan muda atau pasangan yang baru menikah, dimana corak fisik masih sangat kuat. Alasan-alasan fisik masih sangat dominan pada pasangan yang baru menikah. Kontak fisik juga sangat kuat mewarnai pasangan muda. Misalnya ketika seorang lelaki ditanya, “Mengapa anda menikah dengan perempuan itu, bukan dengan yang lainnya?” Jika jawabannya adalah, “Karena ia cantik, seksi, kulitnya bersih”, dan lain sebagainya yang bercorak sebab fisik, itulah mawaddah.

 

Demikian pula ketika seorang perempuan ditanya, “Mengapa anda menikah dengan lelaki itu, bukan dengan yang lainnya ?” Jika jawabannya adalah, “Karena ia tampan, macho, kaya”, dan lain sebagainya yang bercorak sebab fisik, itulah yang disebut mawaddah.

 

Kata mawaddah juga sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia, menjadi mawadah (dengan satu huruf d). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata mawadah bermakna kasih sayang.

 

Makna Rahmah

 

Rahmah berasal dari bahasa Arab. yang berarti ampunan, anugerah, karunia, rahmat, belas kasih, juga rejeki. Rahmah merupakan jenis cinta dan kasih sayang yang lembut, terpancar dari kedalaman hati yang tulus, siap berkorban, siap melindungi yang dicintai, tanpa pamrih “sebab”. Bisa dikatakan rahmah adalah perasaan cinta dan kasih sayang yang sudah berada di luar batas-batas sebab yang bercorak fisik.

 

Biasanya rahmah muncul pada pasangan yang sudah lama berkeluarga, dimana tautan hati dan perasaan sudah sangat kuat, saling membutuhkan, saling memberi, saling menerima, saling memahami. Corak fisik sudah tidak dominan.

 

Misalnya seorang kakek yang berusia 80 tahun hidup rukun, tenang dan harmonis dengan isterinya yang berusia 75 tahun. Ketika ditanya, “Mengapa kakek masih mencintai nenek pada umur setua ini?” Tidak mungkin dijawab dengan, “Karena nenekmu cantik, seksi, genit”, dan seterusnya, karena si nenek sudah ompong dan kulitnya berkeriput.

 

Demikian pula ketika nenek ditanya, “Mengapa nenek masih mencintai kakek pada umur setua ini?” Tidak akan dijawab dengan, “Karena kakekmu cakep, jantan, macho, perkasa”, dan lain sebagainya; karena si kakek sudah udzur dan sering sakit-sakitan. Rasa cinta dan kasih sayang antara kakek dan nenek itu bahkan sudah berada di luar batas-batas sebab. Mereka tidak bisa menjelaskan lagi “mengapa dan sebab apa” masih saling mencintai.

 

Kata rahmah diserap dalam bahasa Indonesia menjadi rahmat (dengan huruf t). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata rahmah atau rahmat bermakna belas kasih; kerahiman; karunia (Allah); dan berkah (Allah).

 

Ciri Keluarga Sakinah

 

Saya sering membuat ciri yang sederhana, kapan keluarga anda disebut keluarga sakinah. Misalnya seorang suami bekerja di luar rumah, dan pulang ke rumah setiap sore jam 17.00. Jika suami ini merasa tenang, damai, nyaman, tenteram saat semakin dekat ke rumah, maka ia memiliki perasaan sakinah. Namun jika setiap kali mau pulang, semakin dekat ke rumah hatinya semakin gelisah, tidak nyaman, enggan pulang karena tidak tenang, maka sangat dipertanyakan dimana rasa sakinahnya.

 

Demikian pula saat isteri di rumah, ia mengetahui bahwa setiap jam 17.00 suaminya pulang ke rumah. Jika semakin dekat dengan jam kepulangan suami, hatinya semakin bahagia, tenang dan tenteram, maka ia memiliki perasaan sakinah. Namun jika semakin dekat dengan jam kepulangan suami hatinya berdegup kencang, tidak tenang, takut dan gelisah, maka sangat dipertanyakan dimana sakinahnya.

 

Apalagi jika si isteri berdoa “Semoga suamiku tidak jadi pulang, semoga suamiku dapat tugas lembur lagi sampai bulan depan”; atau bahkan “Semoga suamiku kecelakaan dan meninggal dunia”, maka sakinah sudah tidak ada lagi.

 

Keluarga sakinah memiliki suasana yang damai, tenang, tenteram, aman, nyaman, sejuk, penuh cinta, kasih dan sayang. Keluarga yang saling menerima, saling memberi, saling memahami, saling membutuhkan. Keluarga yang saling menasihati, saling menjaga, saling melindungi, saling berbaik sangka. Keluarga yang saling memaafkan, saling mengalah, saling menguatkan dalam kebaikan, saling mencintai, saling merindukan, saling mengasihi. Keluarga yang diliputi oleh suasana jiwa penuh kesyukuran, terjauhkan dari penyelewengan dan kerusakan.

Nah, kembali ke topik di atas? Bagaimana bisa kata Susis itu bisa muncul?? Jawabannya tidak lain dari sikap dan perilaku kita. Kita disini berarti pihak laki-laki yaitu suami, dan pihak perempuan yaitu isteri. Secara bersama-sama untuk memperbaiki diri dan mengikuti syariah.. 

 

Wallahualam..

 

Sumber:

1. http://halaqohtdj.blogspot.com/

2. http://myquran.org/

3. http://edukasi.kompasiana.com/